Skip to main content

Posts

Featured

Cambuk Zaitun Bab 4: antara Surga dan Neraka

  rupanya kekasih-ku ini seorang yang terobsesi dengan rambut. jika itu maunya, akan akubuat dia merasakan surga sekaligus neraka       April 1899  sudah memasuki pertengahan bulan, dan udara di Shaonu Ta terasa semakin hangat, angin laut selatan membawa aroma garam yang lebih lembut bercampur bunga liar yang mekar di lereng bukit. Sudah satu bulan berlalu sejak ciuman pertama kami di teras gubuk itu—satu bulan sejak aku, Feng Ye, pendekar wanita yang ditakuti di pesisir selatan, resmi jadi kekasih Zhou Wen, sarjana kota berpakaian Barat yang tiga tahun lebih muda dariku. Setiap hari seperti ritual yang tak pernah membosankan. Pagi-pagi, aku dengar suara roda sepedanya berderit di jalan tanah menuju gubukku. Ia datang dengan tas kain berisi buku sketsa, pensil, dan buku-buku tebal berhuruf Latin dari Baratnya. Kadang ia bawa buah segar dari pasar Feshua, atau kue manis yang ia beli dari pedagang asing di kota pelabuhan itu. Tujuannya selalu sama: meng...

Latest posts

Gula cokla chapter 3